"Dan tetaplah memberi peringatan, kerana sesungguhnya peringatan itu bermanfaat bagi orang-orang yang beriman."-(Adz-Dzariat:55)

Tuesday, March 22, 2011

Kenali Munafik...

Siapakah Golongan Munafik?



kita sering dengar tentang golongan munafik. ciri-cirinya pon selalu diulang-ulang.

Sabda Rasulullah s.a.w yang maksudnya:
“Ada empat perkara, sesiapa yang melakukannya maka ia adalah seorang munafik tulen. Sesiapa yang melakukan satu daripada empat perkara itu, maka ia mempunyai salah satu daripada sifat munafik, hingga dia meninggalkannya . (Empat sifat itu ialah) apabila dipercayai ia khianat, apabila bercakap ia berdusta, apabila berjanji ia mungkir dan apabila bertengkar ia mengenepikan kebenaran. (Menegakkan benang basah ) “.

Rasulullah mengkategorikan golongan Munafik ini terdiri daripada ciri-ciri berikut:
  1. bila bercakap, ia berbohong.
  2. bila berjanji, ia khianati.
  3. bila diberi amanah, ia khianati.
  4. bila bergaduh, ia melampaui batas.
Jika kita mempunyai ciri-ciri tersebut, maka termasuklah kita didalam golongan munafik. Tetapi bagaimana pula sekiranya kita mempunyai salah satu dari ciri-ciri tersebut? termasukkah kita didalam golongan tersebut?
jawapannya tidak, tetapi kita dikategorikan sebagai orang mempunyai ciri-ciri munafik. Beringatlah. sebelum kita terbiasa dengan ciri-ciri tersebut. semoga kita dihindarkan daripada termasuk dalam golongan munafik.
hakikat kita manusia, kita mempunyai kelemahan dan sering melakukan kesilapan. Tetapi bila kita dah tersedar dari kesilapan maka cepat-cepatlah bertaubat, kerana Rahmat Allah amatlah luas.

Insya Allah para pengunjung yang saya kasihi, marilah kita sama-sama mengenali sifat-sifat munafik melalui dalil-dalil naqli,yang tak dapat tidak, kita tak boleh nk pertikaikan kerana ianya adalah datang daripada Allah. maka haruslah kita percaya dan meyakini akan ayat-ayat Allah dan hadis-hadis Nabi. Antara sifat-sifat munafik ialah:
  1. Apabila bercakap dia berbohong, apabila berjanji dia khianati, apabila diberi amanah dia khianati, apabila bergaduh dia melampaui batas. sebenarnya ini adalah hadis Nabi Muhammad SAW.
  2. Berpura-pura bersungguh-sungguh membantu menegakkan Islam, tetapi pada hakikatnya adalah sebaliknya. Sebenarnya dia malas dan taknak buat pun, tapi semata-mata nak menunjuk, dia buat. Bila buat sikit. dia akan memperbesar-besarkan. Firman Allah SWT dalam surah An-Nisa Ayat 142&143 :
    142. Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka[364]. Dan apabila mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya[365] (dengan shalat) di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali[366].
    [364]. Maksudnya: Alah membiarkan mereka dalam pengakuan beriman, sebab itu mereka dilayani sebagai melayani para mukmin. Dalam pada itu Allah telah menyediakan neraka buat mereka sebagai pembalasan tipuan mereka itu.
    [365]. Riya ialah: melakukan sesuatu amal tidak untuk keridhaan Allah tetapi untuk mencari pujian atau popularitas di masyarakat.
    [366]. Maksudnya: mereka sembahyang hanyalah sekali-sekali saja, yaitu bila mereka berada di hadapan orang.
    143. Mereka dalam keadaan ragu-ragu antara yang demikian (iman atau kafir): tidak masuk kepada golongan ini (orang-orang beriman) dan tidak (pula) kepada golongan itu (orang-orang kafir)[367], maka kamu sekali-kali tidak akan mendapat jalan (untuk memberi petunjuk) baginya.

  3. Lelaki dan wanita bersama-sama dalam melarang melakukan kebaikan dan bersama-sama mengajak berbuat kejahatan. Firman Allah SWT dalam surah At-Taubah Ayt 67:
    67. Orang-orang munafik laki-laki dan perempuan. sebagian dengan sebagian yang lain adalah sama, mereka menyuruh membuat yang munkar dan melarang berbuat yang ma'ruf dan mereka menggenggamkan tangannya[648]. Mereka telah lupa kepada Allah, maka Allah melupakan mereka. Sesungguhnya orang-orang munafik itu adalah orang-orang yang fasik.
    [648]. Maksudnya: berlaku kikir
  4. Mereka ini, jika diajak kembali ke pangkal jalan, kembali kejalan kebenaran, maka mereka berpaling (menolak dan tidak menerima ajakan), malah mengajak orang lain untuk menghalang orang yang mengajak kepada kebenaran. Firman Allah SWT dalam surah An-Nisa Ayat 61:
    61. Apabila dikatakan kepada mereka: "Marilah kamu (tunduk) kepada hukum yang Allah telah turunkan dan kepada hukum Rasul", niscaya kamu lihat orang-orang munafik menghalangi (manusia) dengan sekuat-kuatnya dari (mendekati) kamu.
  5. Golongan Munafik ini juga melakukan kerosakan dan menganggap perbuatan mereka itu adalah perbuatan baik. Firman Allah dalam surah Al-Baqarah: 11 & 12:
    11. Dan bila dikatakan kepada mereka:"Janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi[24]". Mereka menjawab: "Sesungguhnya kami orang-orang yang mengadakan perbaikan."
    [24]. Kerusakan yang mereka perbuat di muka bumi bukan berarti kerusakan benda, melainkan menghasut orang-orang kafir untuk memusuhi dan menentang orang-orang Islam.
    12. Ingatlah, sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang membuat kerusakan, tetapi mereka tidak sedar.

  6. Wala dan taat (memberi kesetiaan) kepada orang Kafir. Firman Allah dalam surah An-Nisa ayat 138 & 139:
    138. Kabarkanlah kepada orang-orang munafik bahwa mereka akan mendapat siksaan yang pedih,
    139. (yaitu) orang-orang yang mengambil orang-orang kafir menjadi teman-teman penolong dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Apakah mereka mencari kekuatan di sisi orang kafir itu? Maka sesungguhnya semua kekuatan kepunyaan Allah.

  7. Mereka mengganggap mengamalkan Islam bermakna kembali kepada kemunduran. Firman Allah dalam surah Al-Baqarah ayat 13 & 14:
    13. Apabila dikatakan kepada mereka: "Berimanlah kamu sebagaimana orang-orang lain telah beriman." Mereka menjawab: "Akan berimankah kami sebagaimana orang-orang yang bodoh itu telah beriman?" Ingatlah, sesungguhnya merekalah orang-orang yang bodoh; tetapi mereka tidak tahu.
    14. Dan bila mereka berjumpa dengan orang-orang yang beriman, mereka mengatakan: "Kami telah beriman". Dan bila mereka kembali kepada syaitan-syaitan mereka[25], mereka mengatakan: "Sesungguhnya kami sependirian dengan kamu, kami hanyalah berolok-olok."
    [25]. Maksudnya: pemimpin-pemimpin mereka.
    (asbabun nuzul)
    Mengenai firman Allah Waidza laqulladziina amanu...... (S. 2: 14) diturunkan tentang Abdullah bin Ubay dan kawan-kawannya, dalam peristiwa sebagai berikut: Pada suatu hari di saat mereka bertemu dengan beberapa shahabat Nabi SAW, Abdullah bin Ubay berkata kepada teman-temannya: "Lihatlah, bagaimana caranya aku mempermainkan mereka yang bodoh-bodoh itu!" Ia pun mendekat dan menjabat tangan Abu Bakar sambil berkata. "Selamat penghulu Bani Taim dan Syaikhul Islam dan orang kedua beserta Rasulullah di gua (Tsaur) yang mengurbankan jiwa dan harta bendanya untuk Rasulullah." Kemudian ia menjabat tangan Umar sambil berkata: "Selamat penghulu Bani Adi bin Ka'b yang mendapat gelaran al-Faruq, yang kuat memegang Agama Allah, yang mengurbankan jiwa dan harta bendanya untuk Rasulullah." Kemudian ia menjabat tangan Ali bin Abi Thalib sambil berkata: "Selamat saudara sepupu Rasulullah, mantunya, dan penghulu bani Hasyim sesudah Rasulullah." Setelah itu mereka berpisah dan berkatalah Abdullah bin Ubay kepada kawan-kawannya. "Sebagaimana kamu lihat perbuatanku tadi, jika kamu bertemu dengan mereka, berbuatlah seperti apa yang telah kulakukan." Kawan-kawannya pun memuji-muji Abdullah bin Ubay. Setibanya Kaum Muslimin (Abu Bakar, Umar dan Ali) kepada nabi SAW mereka memberitahukan peristiwa tadi, maka turunlah ayat tersebut di atas (S. 2: 14). Ayat ini membukakan kepalsuan golongan munafik dalam menghadapi kaum Muslimin.

    (Diriwayatkan oleh al-Wahidi dan ats-Tsa'labi dari Muhammad bin Marwan dan as-Suddi as-Shaghir dari al-Kalbi dari Abi Shaleh yang bersumber dari Ibnu Abbas. Sanad riwayat ini dla'if karena as-Suddi as-Shaghir pendusta, begitu juga al-kalbi dan Abi Shaleh dla'if.)

Kewajipan kita untuk memerangi Munafiqun.

1. Bersikap keras.
At-taubah: 73& 74
73. Hai Nabi, berjihadlah (melawan) orang-orang kafir dan orang-orang munafik itu, dan bersikap keraslah terhadap mereka. Tempat mereka ialah jahannam. Dan itu adalah tempat kembali yang seburuk-buruknya.
74. Mereka (orang-orang munafik itu) bersumpah dengan (nama) Allah, bahwa mereka tidak mengatakan (sesuatu yang menyakitimu). Sesungguhnya mereka telah mengucapkan perkataan kekafiran, dan telah menjadi kafir sesudah Islam dan mengingini apa yang mereka tidak dapat mencapainya[650], dan mereka tidak mencela (Allah dan Rasul-Nya), kecuali karena Allah dan Rasul-Nya telah melimpahkan karunia-Nya kepada mereka. Maka jika mereka bertaubat, itu adalah lebih baik bagi mereka, dan jika mereka berpaling, niscaya Allah akan mengazab mereka dengan azab yang pedih di dunia dan akhirat; dan mereka sekali-kali tidaklah mempunyai pelindung dan tidak (pula) penolong di muka bumi.
[650]. Maksudnya: mereka ingin membunuh Nabi Muhammad s.a.w.

2.Jangan bersama mereka jika mereka memperolok-olokkan ayat-ayat Allah.
An-Nisa: 140
140. Dan sungguh Allah telah menurunkan kekuatan kepada kamu di dalam Al Quran bahwa apabila kamu mendengar ayat-ayat Allah diingkari dan diperolok-olokkan (oleh orang-orang kafir), maka janganlah kamu duduk beserta mereka, sehingga mereka memasuki pembicaraan yang lain. Karena sesungguhnya (kalau kamu berbuat demikian), tentulah kamu serupa dengan mereka. Sesungguhnya Allah akan mengumpulkan semua orang-orang munafik dan orang-orang kafir di dalam Jahannam,


3.Jangan solat jenazah untuknya. Kerana mereka telah kafir.
At-Taubah: 84
84. Dan janganlah kamu sekali-kali menyembahyangkan (jenazah) seorang yang mati di antara mereka, dan janganlah kamu berdiri (mendoakan) di kuburnya. Sesungguhnya mereka telah kafir kepada Allah dan Rasul-Nya dan mereka mati dalam keadaan fasik.


Hakikatnya,, Munafik lebih bahaya daripada Kafir. Golongan kafir dibahagikan kepada 2.
1. Kafir Zimmi- yang tinggal bersama dengan org Islam dan meminta perlindungan daripada orang Islam. Mereka ini tidak menentang Islam.
Almumtahanah:8,
8. Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil.
2. Kafir Harbi- mereka yang menentang ajaran Islam. mereka ini wajib ditentang. kerana sudah ada bukti kebenaran tetapi mereka masih lagi menolak dan menentang Islam.

kenapa Munafik lebih bahaya?
kerana mereka berada di kalangan orang Islam. mereka cuba jatuhkan Islam dari dalam. Dan hakikat sebenar-benarnya mereka adalah kafir dan berpura-pura berkelakuan seperti orang Islam.
Al-munafiqun:4;
4. Dan apabila kamu melihat mereka, tubuh-tubuh mereka menjadikan kamu kagum. Dan jika mereka berkata kamu mendengarkan perkataan mereka. Mereka adalah seakan-akan kayu yang tersandar[1477]. Mereka mengira bahwa tiap-tiap teriakan yang keras ditujukan kepada mereka. Mereka itulah musuh (yang sebenarnya) maka waspadalah terhadap mereka; semoga Allah membinasakan mereka. Bagaimanakah mereka sampai dipalingkan (dari kebenaran)?

[1477]. Mereka diumpamakan seperti kayu yang tersandar, maksudnya untuk menyatakan sifat mereka yang buruk meskipun tubuh mereka bagus-bagus dan mereka pandai berbicara, akan tetapi sebenarnya otak mereka adalah kosong tak dapat memahami kebenaran.


Ya Allah, Jauhilah kami daripada golongan ini. Nauzubillahi min zalik.

tempat golongan munafik adalah tempat yang paling bawah didalam Neraka !

Dalam hati mereka (golongan yang munafik itu) terdapat penyakit (syak dan hasad dengki), maka Allah tambahkan lagi penyakit itu kepada mereka; dan mereka pula akan beroleh azab seksa yang tidak terperi sakitnya, dengan sebab mereka berdusta (dan mendustakan kebenaran).
(Surah Al-Baqarah ayat 10)

Semoga Allah memberi kita taufik dan hidayah supaya kita tidak terus terlalai oleh bisikan syaitan yang tidak henti2 menyeru kita kearah kejahatan.


Dari Ibnu Umar r.a, dari nabi s.a.w sabdanya:”Perumpamaan orang munafiq seperti seekor kambing betina yang bingung mengikuti dua ekor kambing jantan. Sekali ia hendak mengikut yang ini, kali yang lain pula hendak mengikut yang itu.”
(Muslim)

-Usrah,21/3/11,11.30pm-

1 comments:

words.

“Antara tanda kecintaan hamba kepada Allah ialah dia mengutamakan perkara yang disukai Allah daripada kehendak nafsu serta peribadi, sama ada dalam aspek zahir atau batin.”
-Imam al-ghazali.